Jakarta Selatan, 13 Februari 2026 – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa dan PDT) bersama PT. Mojo Indonesia Raya secara resmi menyelenggarakan Closing Ceremony Pelatihan Bahasa Jepang Batch 1 pada hari Jumat, tanggal 13 Februari 2026, bertempat di Operational Room Gedung Utama Lantai 1, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jl. TMP Kalibata No. 71, Rawajati, Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan.


Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Bapak Ir. H. Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendesa dan PDT, Bapak Taufik Madjid, S.Sos., M.Si, Staf Khusus Menteri Bidang Kebijakan Publik, serta sejumlah Pejabat Eselon I dari berbagai Direktorat Jenderal Teknis dan Badan di lingkungan Kemendesa dan PDT.


Turut hadir jajaran pimpinan PT. Mojo Indonesia Raya, antara lain Morimoto Kenichi (President Director), Fukuda Eiji (Director), Baba Shohei (Director), Andi Irma Sarjani (Education Department Head), serta tamu undangan lainnya dari PT. Mojo Indonesia Raya.


Dalam arahannya, Wakil Menteri Desa dan PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan bahwa salah satu isu strategis pembangunan desa saat ini adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM) desa. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang mensyaratkan terwujudnya SDM unggul melalui delapan pilar pembangunan manusia, salah satunya adalah melalui bahasa. Bahasa adalah jembatan peradaban dan pergaulan dunia." Literasi bahasa yang didukung kemampuan komunikasi efektif sangat dibutuhkan untuk bersaing secara global," tegas beliau. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, dengan proporsi penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) mencapai sekitar 69,3 persen. Namun, bonus demografi tersebut tidak serta-merta menjadi keuntungan otomatis. Tanpa persiapan yang matang, kondisi ini berpotensi berubah menjadi bencana demografi.


Oleh karena itu, pembangunan SDM desa diposisikan sebagai modal utama peningkatan daya saing global masyarakat desa. Program Pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan bagian dari implementasi strategi kolaboratif berbasis pendekatan octahelix, yang mendorong sinergi multipihak dalam pembangunan desa. Pendekatan kolaborasi octahelix akan terus didorong agar diterapkan di desa-desa untuk mengakselerasi transformasi desa menjadi desa berkembang, maju, dan mandiri, melalui pelibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta. Kerja sama dengan PT. Mojo Indonesia Raya menjadi salah satu wujud konkret penguatan jejaring internasional dalam peningkatan kapasitas SDM desa. Diharapkan, program pelatihan ini dapat mempercepat terwujudnya desa maju dan mandiri serta masyarakat desa yang sejahtera dan berdaya saing global.


Sementara itu, dalam sambutannya, Director PT. Mojo Indonesia Raya, Fukuda Eiji, menyampaikan bahwa Pelatihan Bahasa Jepang Batch 1 telah selesai dilaksanakan dengan lancar dan mendapatkan respons yang positif. Ia juga mengumumkan bahwa pendaftaran untuk Pelatihan Bahasa Jepang Batch 2 akan dibuka mulai tanggal 16 Februari hingga 27 Maret 2026. PT. Mojo Indonesia Raya berharap pada pelaksanaanI Batch 2 mendatang, animo pendaftar akan semakin meningkat dan menjangkau peserta dari berbagai wilayah di Indonesia, tidak hanya dari Pulau Jawa tetapi juga dari luar Jawa.


Kerja sama ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat kapasitas generasi muda desa, sehingga mampu berkiprah di tingkat internasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan desa menuju Indonesia Emas 2045.


Penulis: Dyna Maretta S

Editor: Dian Mentari A