Jakarta, 13 Maret 2026 — Dalam rangka meningkatkan wawasan serta memperkuat perspektif pegawai terkait pembangunan desa, Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Daerah Tertinggal (BBPPMDDT) Jakarta menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Pegawai secara daring melalui Zoom pada Jumat (13/03). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ir. Sugeng Budiharsono yang menyampaikan materi bertajuk “Model Pembangunan Perdesaan.”
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai BBPPMDDT Jakarta dan dipandu oleh Annisa Dwiki Asprilla, S.T.P., M.Sc. sebagai host kegiatan. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia guna memperluas pemahaman pegawai mengenai konsep, strategi, serta tantangan pembangunan perdesaan di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, Dr. Ir. Sugeng Budiharsono menjelaskan bahwa model pembangunan perdesaan telah mengalami perkembangan dari pendekatan exogenous development yang bersifat top-down, menuju endogenous development yang menitikberatkan pada potensi lokal, hingga neo endogenous development yang mengintegrasikan kekuatan lokal dengan dukungan eksternal berupa kebijakan, pendanaan, maupun bantuan teknis. Pendekatan berbasis wilayah (place-based approach) dinilai lebih efektif dalam mendorong pembangunan perdesaan dibandingkan pendekatan sektoral karena mampu mengoptimalkan potensi lokal serta karakteristik sosial dan ekonomi wilayah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pembangunan perdesaan tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Perang tarif antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta konflik Rusia–Ukraina memberikan dampak terhadap perekonomian global, termasuk pada daya saing produk dan stabilitas ekonomi Indonesia. Di sisi lain, Indonesia memiliki peluang strategis melalui pemanfaatan sumber daya alam, seperti nikel yang menjadi komponen penting dalam pengembangan baterai kendaraan listrik di tingkat global.
Pada aspek pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi masyarakat perdesaan menjadi faktor kunci dalam mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah. Metode pelatihan yang mengombinasikan pendekatan daring dan luring dinilai lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas SDM, terutama apabila disertai dengan pendampingan pasca-pelatihan guna memastikan implementasi kompetensi di lapangan. Selain itu, sertifikasi kompetensi dinilai semakin penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di pasar global.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas strategi pembangunan berbasis klaster yang mengintegrasikan komoditas unggulan daerah dari sektor hulu hingga hilir, serta keterkaitannya dengan sektor lain seperti industri pengolahan dan pariwisata. Penguatan identitas daerah melalui place branding juga menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah produk serta menarik investasi dan wisatawan.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas dalam menghadapi perubahan yang dinamis, narasumber turut memperkenalkan kerangka pengambilan keputusan OODA (Observe, Orient, Decide, Act) yang menekankan pentingnya kemampuan observasi, pemahaman konteks lokal, pengambilan keputusan yang tepat, serta tindakan yang cepat dan adaptif.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, narasumber juga membagikan artikel dan buku terkait model pembangunan transmigrasi serta konsep OODA kepada peserta sebagai bahan pembelajaran lanjutan. Selain itu, disampaikan pula bahwa Kementerian Desa tengah mengembangkan program pelatihan daring untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di perdesaan serta melakukan evaluasi terhadap sejumlah program pembangunan desa guna meningkatkan efektivitas pelaksanaannya.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pegawai BBPPMDDT Jakarta dapat memperluas pemahaman mengenai konsep dan strategi pembangunan perdesaan serta mampu mengimplementasikan wawasan tersebut dalam mendukung pelaksanaan program dan kebijakan pembangunan desa yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis : Divi Azani Azzahra
Editor : Aria Bantar D